12 April 2010

Grup FaceBook di Indonesia Hina Nabi Muhammad !



Situs jejaring sosial FB atau facebook kembali digunakan sebagai sarana provokasi kerukukan umat beragama di tanah air. Sebuah akun dalamsitus pertemanan terpopuler itu memuat pelecehan terhadap Nabi Muhammad saw dan muncul dalam bentuk gambar dan kalimat provokatif.

Hingga malam tadi, akun berjudul Muhammad saw bukan nabi melainkan perampok dan penzinah, itu memiliki 837 anggota dan kemungkinan besar akan terus bertambah.

"Grup ini sengaja dibuat untuk mendeklarasikan bahwa Muhammad saw bukanlah nabi, melainkan seseorang yang pernah melakukan penjarahan, perampokan, pembantaian, pembunuhan dan seorang cabul," tulis pembuat situs itu dalam kolom deskripsi.

Yang mencengangkan, situs tersebut juga menyatakan bahwa mereka yang bergabung dalam grup itu telah sepakat dengan poin-poin tertentu. Antara lain, Allah bukan Tuhan tapi penghulu setan yang disembah dalam wujud hajar aswad, malaikat jibril adalah kaki tangan iblis, Muhammad bukan nabi melainkan nabi palsu, perampok, pezina, penipu, dan pembunuh.

Selain itu, juga tertulis bahwa Alquran adalah karangan Muhammad dan campuran dari ajaran agama lain. Sedangkan, poin terakhir adalah Islam bukan agama melainkan sekte sesat dan terkutuk.
"Bagi para muslim, dengan bergabung dan menjadi member grup ini, kalian telah menyangkali iman kepercayaan kalian dan percaya kelima butir di atas," tulis admin padasitus tersebut.

Selain itu, foto profil dalam situs tersebut menampilkan gambar ilustrasi seorang berjenggot tebal dan memakai surban. Di atas kepala orang berjenggot tersebut dipasang logo swastikayang merupakan logo nazi. Selain itu juga ada foto ilustrasi mayat-mayat berdarah dan gadis kecil berjilbab yang menangis. Dalam halaman forum diskusi, situs tersebut memuat cacian dan makian terhadap Agama Islam.

Munculnya situs tersebut seketika mendapat perhatian khusus dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketika ditemui di kantornya, Ketua MUI, H Amidhan menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak terkait agarsitus tersebut segera diblokir. Amidhan juga meminta masyarakat tidak terpancing pada provokasi pembuat akun di facebook yang menghina nabi itu.

"Masyarakat Muslim harus tetap berlaku tenang dan mempercayakan upaya penyelesaian kasus ini kepada pemerintah dan aparat keamanan," ujar Amidhan.

Amidhan mendesak aparat penegak hukum untuk cepat bertindak atas kasus tersebut. MUI menilai akun itu sebagai serangan atas ajaran Islam dan berpotensi mengganggu kehidupan antarumat beragama. "Kami meminta pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dan aparat keamanan menindak tegas pelakunya karena ini tergolong cyber crime," kata Amidhan.

Menurut dia, pembuat akun jelas telah melontarkan tuduhan jahat dengan menyebut Muhammad bukan sebagai nabi, tapi perampok dan pezina. Tudingan ini jelas tidak boleh dibiarkan karena akan memicu reaksi keras dari umat Islam di tanah air.

"Karena itu, saya meminta pemerintah menutup segera akun facebook ini dan menangkap pelakunya dan memberi sanksi. Saya kira itu bukan tugas susah karena aparat kanjuga memiliki unit khusus untuk kejahatan di dunia maya," pungkasnya. (jpnn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar